
By: Q Shofwan
Ginjal sebagai organ tubuh anugrah Allah subhanahu wata’ala yang cukup vital, yaitu sebagai penyaring racun. Ia bekerja 24 jam sehari untuk menyaring darah yang mengalir dan mengangangkat racun yang ada pada setiap pembulu darah sehingga dikeluarkan lewat urine. Namun pada sejarahnya aktifitasnya diganggu oleh keberadaan zat-zat jahat yang malah merusak ginjal sebagai fungsi penyaring. Zat-zat yang aktif melancarkan “permusuhan” terhadap fungsi dan eksistensi ginjal banyak sekali seperti kopi; berbagai macam merek dan variasi kopi tidak ada yang ramah terhadap ginjal. Teh ; siapa bilang minuman ini selalu menyehatkan, faktanya bahwa kepekatan teh menyebabkan kehilangan fungsi otimal dari kerja ginjal. Dianalogikan seperti sebuah saringan yang disumbat oleh “ampas” kayu kemudian dipaksa untuk menyaring sebuah cairan -bukan air- yang memiliki kepekatan dan kekentalan tinggi, hasilnya bagaimana? Ada beberapa kemungkinan. Yang pertama lubang-lubang saringan lama-lama akan membesar seiring kuatnya gaya dorong yang dilakukan oleh apas kayu tadi, sehingga ampas kayu tersebut ikut dihasilkan sebagai produk yang seharusnya “produk bersih” saringan. Yang kedua, cairan tadi akan mengeluarkan lebih sedikit hasil dikarenakan kemampatan yang terjadi pada saringan kemudian terkurangi kekentalannya. Yang ketiga, saringan tersebut malah tidak dapat menyaring sebagaimana fungsinya. Nah itulah gambaran sebuah penyaring yang dapat kita analogikan sebaai ginjal kita. Ginjal apabila menerima pasokan air kopi dan teh untuk diproses saring kemudian akan mengakibatkan ginjal tersumbat, semakin muda seorang penikmat teh dan kopi maka semakin lama pula perusakan terhadap ginjal dilakukan. Ginjal yang diperintahkan untuk memproses kopi akan mengakibatkan kerusakan pada fungsinya ketika akan menyaring racun yang ada di darah yang dipompakan oleh jantung. Seperti analogi diatas jika terjadi ginjal yang “tersumbat” maka daya saring akan terganggu, ini bisa menyebabkan darah sebagai objek yang disaring:: 1. Darah masih berisi racun karena daya saring ginjal “diganggu”. 2. Terjadi penyumbatan pembuluh darah, akibat “tumpukan dan tabrakan” kekentalan darah yang seharusnya disaring dengan lancar.
Apa yang harus dilakukan?
Dua hari yang lalu, penulis bertemu dengan seorang tabib. Penulis menemani ayah yang sedang sakit untuk menjalani pengobatan. Ayah saya sakit di bagian pinggang. Disela-sela obrolan hangat dan merakyat, beliau menyatakan bahwa biasanya sakit di bagian pinggang itu ginjalnya ada sedikit masalah. Masalah itu karena tiga hal, yang pertama karena terlalu lama duduk diatas kursi, yang kedua banyak minum kopi, teh, minuman bersoda, yang ketiga karena sedikit minum air putih. Poin kedua dn ketiga diatas diiyakan oleh ayah saya sang memang rajin minum kopi, kemudian tabib tadi memberikan solusi untuk dengan kata lain “meremajakan” ginjal yang sudah lama terganggu, terapi ini banyak dibicarakan orang dengan nama terapi air putih, berikut penjelasannya:
1. Setelah bangun tidur, baca doa” Alhamdulillahilladzi ahyana ba’da amatana wailayhin nusyur”. Duduk sebentar sekitar dua menit untuk memulihkan otot-otot dan syaraf-syaraf yang tadingya “turn off” menjadi “stand by”.
2. Setelah itu -jika sudah dipersiapkan sebelumnya- sebelum beraktifitas apa-apa bahkan belum ke kamar mandi, minum segelas air putih mineral (bukan air dingin) 250 ml. Perlu diingat air putih “berjasa” kepada ginjal untuk membershkan dan mengangkat ampas tadi yang menempel pada fungsi saring ginjal.
3. Tunggu hingga 4-5 menit. Minum lagi air putih sebanyak tadi. Dan minum lagi setiap berselang 5 menit. Lakukan itu hingga 6 gelas. Jika dirasa terlalu dekat jeda waktunya antara satu gelas dengan gelas lainnya tambah waktunya hingga 6-7 menit. Jika kurang dari 5 menit akan terjadi kejenuhan rongga mulut dan muntah.
4. Lakukan itu hingga lengkap enam gelas 250 ml totalnya 1.5 liter air.
Berkata tabib tadi besar sekali manfaatnya air putih itu untuk penyembuhan ginjal. Ini terapi yang paling mudah dan murah.
5. Setelah itu baru anda boleh ke kamar mandi, air yang anda minum tadi tidak akan langsung keluar ketika anda “bak”. Tunggu hingga satu atau dua jam. Jika anda sering buang air kecil itu malah bagus, sedikit demi sedikit ginjal dibantu untuk mengeluarkan racun lewat urine.
6. Lakukan itu setiap hari setiap bangun tidur, insya Allah ginjal mampu bekerja lebih baik menyaring racun dari darah dan mengeluarkannya lewat urin dengan lebih sempurna.
7. Jika anda sudah istiqomah melakukannya maka perubahan yang pembaca dapat rasakan adalah, ketika -maaf- tinja anda berwarna lebih gelap itu berarti zat-zat yang mengganggu mulai bisa diangkat, dan urine terasa lebih pekat warnanya.
8. Satu lagi tips penting, yaitu jangan minum kopi atau susu atau minuman bersoda dibawah jam delapan pagi. Dan ayah saya dulu melakukannya setiap jam enam pagi. Ini bisa merusak ginjal yang notabene belum menerima asupan apa-apa dan langsung diberikan cairan yang berbahaya. Oleh karenanya air putih pada setelah bangun tidur sangat tepat buat ginjal kita.
9. Jangan PERNAH ikuti mbah surip yang minup kopi berlebihan, minumlah hanya satu gelas dan boleh minum kopi atau teh lagi setelah berselang 24 jam diatas jam delapan pagi tentunya.
10. Berolahragalah walaupun cuma jalan/lari sehat dan bersepeda.
Wallahu’alam. Alhamdulillah
